Foto
Minggu, 7 November 2021 - 09:40 WIB

PSSI Laporkan Dugaan Pengaturan Skor Perserang ke Polda Metro Jaya

Newswire  /  Bisnis Indonesia  /  Burhan Aris Nugraha  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan memberikan keterangan pers terkait dugaan pengaturan skor Perserang Serang pada Liga 2 2021 di Kantor PSSI, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). (Antara/M Risyal Hidayat)

Solopos.com, JAKARTA — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melaporkan dan meminta bantuan polisi mengusut dugaan pengaturan skor (match fixing) ke Polda Metro Jaya.

PSSI melalui Komite Disiplin (Komdis) memutuskan lima eks pemain Peserang Serang terlibat dalam percobaan suap pertandingan Liga 2 Indonesia 2021–2022, dan menghukum mereka dengan larangan beraktivitas selama 2–5 tahun, serta denda puluhan juta rupiah.

Advertisement

 

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (tengah) didampingi Ketua Komite Disiplin PSSI, Erwin Tobing (kanan) dan Sekjen PSSI Yunus Nusi (kiri) memberikan keterangan pers terkait dugaan pengaturan skor Perserang Serang pada Liga 2 2021 di Kantor PSSI, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). (Antara/M Risyal Hidayat)

 

Hal itu disampaikan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan didampingi Ketua Komite Disiplin PSSI, Erwin Tobing dan Sekjen PSSI Yunus Nusi saat memberikan keterangan pers terkait dugaan pengaturan skor Perserang Serang pada Liga 2 2021 di Kantor PSSI, Jakarta, Sabtu (6/11/2021).

Advertisement

Menurut Mochamad Iriawan, laporan tersebut merupakan komitmen PSSI guna melimpahkan dugaan pengaturan skor dalam pertandingan di Liga 2 2021 ke aparat kepolisian. PSSI bertekad membersihkan praktik kotor yang mencoreng sepak bola Indonesia.

 

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menunjukkan surat pelaporan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pengaturan skor Perserang Serang pada Liga 2 2021 di Kantor PSSI, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). (Antara/M Risyal Hidayat)

 

Advertisement
Menurut Mochamad Iriawan, laporan tersebut merupakan komitmen PSSI guna melimpahkan dugaan pengaturan skor dalam pertandingan di Liga 2 2021 ke aparat kepolisian. (Antara/M Risyal Hidayat)

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif